Tiga Insiden Keamanan Teknologi Informasi di Indonesia
Tiga Insiden Keamanan Teknologi Informasi di Indonesia
1. Situs Polri dibobol hacker
Situs dengan alamat http://www.polri.go.id milik Kepolisian Republik Indonesia pada hari Senin, 16 Mei 2011 dibobol dan salah satu halamannya diisi konten berbau agama oleh orang tidak dikenal (hacker). Dalam aksinya hacker memasukkan sejumlah pesan yang variatif, salah satunya pesan ajakan kepada umat muslim untuk bangkit berjihad.
Selain itu halaman utama situs Polri tersebut tidak bisa diakses tanpa sebab. Pengakses akan diarahkan ke alamat http://www.polri.go.id/backend/index.html. Jika berhasil mengakses situs tersebut, akan muncul gambar dua orang sedang mengangkat bendera di atas sebuah bukit. Tampilan layar berwarna hitam dan tercantum tulisan jihad mengatasnamakan Islam. Di dalam situs tersebut juga menampilkan sebuah gambar dan video yang dihubungkan ke YouTube dengan pesan sejenis.
Kabagpenum Mabes Polri Kombes Polisi Boy Rafli Amar pada Selasa 17 Mei 2011, menyatakan, polisi hingga kini masih mempelajari isi situs untuk mencari pelakunya. Menurut Rafli, tindakan ini termasuk kejahatan transnasional. Jika terungkap pelaku akan dijerat dengan Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara.
Pada hari Rabu, 8 Juni 2011 Mabes Polri telah menetapkan AK, seorang mahasiswa di Jawa Tengah sebagai tersangka hacker pembobol situs polri tersebut. AK resmi ditahan di Mabes Polri. Hal tersebut disampaikan oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Ito Sumardi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan. Ito mengatakan, saat ini AK masih diperiksa untuk dikembangkan keterkaitannya. Namun sementara belum ada indikasi AK tergabung dalam kelompok radikal atau bermotif jihad. Ito belum dapat memastikan apakah AK memang mempunyai motif jihad atau dendam kepada Polri karena hal tersebut harus diperdalam secara komprehensif.
2. Kartu ATM Tertelan Mesin Saldo Rp 100 Juta hilang.
Hati-hati saat menggunakan fasilitas mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Terutama bila kartu ATM tertelan di dalam mesin. Lebih baik menyelesaikan masalah tersebut, langsung ke bank bersangkutan. Sebab, nomor telepon yang dipasang di mesin ATM, ternyata bisa disalahgunakan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Seperti yang terjadi pada dr. Kamil Bagus saat mengambil uang di mesin ATM kawasan RS Pertamina, Balikpapan pada hari Sabtu 25 Juni 2011. Uang sekitar Rp 100 juta tiba-tiba hilang dari rekening, setelah kartu ATM-nya tertelan di mesin.
Kamil menjelaskan pada Sabtu malam 25 Juni 2011, sekitar pukul 20.30 dia ke ATM untuk mengambil uang. Ternyata kartu ATMnya tertelan oleh mesin ATM. Di mesin ATM tersebut, tertulis untuk layanan bisa menelpon 14000 namun di sebelah nomor 14000 terdapat tulisan nomor telepon lokal lainnya yang bisa dihubungi. Ketika kami mencoba menghubungi 14000 tidak ada jawaban, sehingga dia menghubungi nomor telepon lokal tersebut. Nomor telepon lokal tersebut adalah 0542-7004647. Ternyata ada yang menjawab. Kamil pun langsung melaporkan bahwa kartu ATM-nya tertelan. Setelah beberapa pertanyaan dilontarkan, si penerima telepon meminta nomor rekening Kamil, berikut nomor PIN. Tanpa curiga, Kamil memberikannya.
Senin 27 Juni 2011 pagi, Kamil berniat mengurus kartu ATM yang tertelan. Hasil print out buku tabungan, tercatat ada pengambilan dana dari rekeningnya sebesar Rp 100 juta. Waktu penarikan sesaat setelah kartu ATM-nya tertelan.
Merasa telah kecolongan, Kamil pun melaporkan masalah tersebut pada polisi. “Dari keterangan di buku, pengambilan dana dilakukan secara transfer. Mudah-mudahan bisa ditelusuri rekening penerimanya,” ujar Kamil berharap.
3. Situs PSSI di Hack
18 Maret 2011 Situs resmi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali di-hack. Para pelaku menamakan diri sebagai ‘Soldier of Allah’. Mereka mengganti tampilan halaman utama situs www.pssi-football.com.
Situs PSSI kini berlatar belakang hitam. Pada tampilannya terdapat gambar bendera berwarna hitam dengan tulisan Arab berwarna putih. Di bawahnya tertera tulisan ‘Khilafah and Syariah, The Solution’.
Tajuk itu disusul oleh tulisan yang diberi judul ‘Wangi Syuhada’. Pesan ini sama sekali tidak menyinggung konflik yang saat ini tengah melanda PSSI, melainkan lebih kepada berbagai puji-pujian kepada Allah dan perjuangan menegakkan syariah. Pesan juga disampaikan lewat audio berupa lagu berirama rap.
Yang berkaitan, baru jelas terlihat saat pengguna mengarahkan cursor pada menu ‘Ketua Umum’. Barulah muncul artikel berjudul ‘Sepakbola dan Korupsi’ plus ‘Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan Sekjen Nugraha Besoes’ yang sudah direkayasa gambarnya sebagai pasangan pengantin baru.
Di bagian paling bawah tertera kalimat penutup dengan bahasa Inggris: ‘Soldier of Allah Team Touch Your Site’ yang kurang lebih berarti ‘Serdadu Allah Menyentuh Situs Anda’.
Situs ini kembali di-hack pada Minggu 20 Maret 2011 siang sekitar pukul 14.00 WIB. Halaman depan situs organisasi tertinggi di Indonesia ini berubah dengan penampilan gambar berwajah tikus yang menggunakan dua pistol dan ada tulisan ‘Stop Korupsi’.
Selain itu, dibawah gambar ada juga ada tulisan ‘Stop Korupsi & Suap di Indonesia !! Hacked by Aktivis Tukang Gorengan Peduli Indonesia.’ Tidak jelas apa tujuan, ‘hacker’ ini menembus situs PSSI.
Ini bukan kali pertama situs PSSI dihack. Pada 8 Maret 2011 lalu, situs federasi sepakbola nasional ini juga mengalami nasib yang sama. Namun saat itu, aksi hacker tidak sampai mengubah halaman depan situs itu.